Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Aceh Lintas Barat-Selatan

Oleh Herman RN

“Tapaktuan peugawe keumawe/ Gunong keurambe jalan meulengkok/ Samadua rame meuhambo/ Damar tutong ureueng ceumatok…”

Bait-bait lagu Syahlutan terus mendayu dalam mobil Innova yang saya naiki. Kami berlima dengan sopir. Seorang ibu duduk di samping supir, saya dan dua anaknya di barisan belakang. “Jalanan di sini kayak ular ya?” ujar ibu itu.

Dari Bang Supir, saya tahu jika si ibu berasal dari Lhokseumawe dan menikah dengan seorang lajang di Kampung Gelumbuk, Kluet Selatan, Aceh Selatan. Pantas saja, ibu itu belum hapal betul dengan lika-liku jalan nasional di gunung Tapaktuan. Apalagi, kami menempuh perjalanan malam.

“Jalannya memang kayak gini, Kak. Tapi, kalau kita jalan siang, pemandangan di bawah sana indah kali,” sahut Bang Supir.

Tujuan saya dan ibu tiga anak itu sama, Banda Aceh. Bedanya, saya ke Banda Aceh adalah “kembali” ke tempat kerja, sedangkan ibu itu dan anak-anaknya ke Banda Aceh dalam rangka “berlibur”.

“Iya, Mak. Kemarin waktu kita ke kolam pemandian tuan putri kan lewat jalan ini juga,” sahut lelaki remaja usia sekolahan di samping saya. Ia adalah anak tertua dari si ibu. Kolam pemandian tuan putri yang dimaksudkan anak SMA itu adalah salah satu lokasi rekreasi di Aceh Selatan.

Menurut cerita, kolam itu tempat pemandian tuan putri yang dicuri oleh sepasang naga. Naga tersebut kemudian berhasil dibunuh oleh seorang lelaki bergelar Tuan Tapa. Dari sini kemudian nama Tapaktuan ditabalkan jadi ibukota Aceh Selatan, sebuah daerah yang dikenal sebagai Kota Naga dan dijuluki penghasil pala.

***

Mobil yang saya tumpangi Innova plat Jakarta. Namun, supirnya asli Aceh Selatan. Ia berasal dari Kecamatan Pasieraja dan menikah dengan orang Kluet Selatan. Saat ditanya sudah berapa lama jadi supir rental lintas Aceh Selatan-Banda Aceh, ia mengaku sejak awal tahun 2012. “Baru enam bulan,” katanya.

Gunung kerambe selesai kami lewati. Tikungan demi tikungan sudah tinggal di belakang. Gunung lampu yang tidak kalah bertikungan juga terlalui, kendati jalan di daerah itu sangat sempit dan banyak lobang. Kondisi jalan dari Tapaktuan ke Kluet memang memprihatinkan. Jika ada mobil yang berselisih, satu di antaranya harus mengalah, berhenti sejenak. Memasuki Kota Tapaktuan, baru dapat jalan sedikit mulus.

Mobil yang kami tumpangi terus melaju. Sesekali saya lirik meteran di depan supir. Jarum spedo beberapa kali sampai pada angka 100, lalu turun lagi sedikit, di angka 80-90. Dua anak sekolah di samping saya pindah ke bangku belakang. Pasalnya, ada penumpang naik di Kota Tapaktuan. Dua Cina itu sudah duluan memesan tiket. Hanya saja, dia naik dari loket Tapaktuan.

Umumnya, penumpang dari Aceh Selatan ke Banda Aceh menggunakan jasa minibus L300. Namun, akhir-akhir ini mobil rental pribadi seperti Avanza, Innova, kijang kapsul, juga mulai diminati. Beda ongkosnya tidak seberapa. Menurut Bang Supir, sekitar Rp20 ribu lebih mahal jasa mobil rental.

“Sekarang memang sudah banyak trayek rental dengan mobil pribadi. Pengambilan penumpang pun mulai resmi. Kami ambil penumpang kadang langsug di loket resmi,” tutur Bang Supir.

Namun demikian, ia mengakui masih banyak supir L300 yang protes. Kata Bang Supir, supir-supir L300 kadang jengkel pada mobil rental. “Ya, mereka tidak salah, karena kami mobil rental ini kan masih plat hitam. Angkutan sewa itu harusnya plat kuning,” kata Bang Supir lagi.

Beberapa waktu lalu, tambah dia, sejumlah supir L300 lintas Banda Aceh protes besar-besaran karena jatah angkutan mereka diambil alih mobil rental. Polisi pun melakukan razia di Simpang Rima. Namun, sekarang Bang Supir dan teman-temannya tidak khawatir lagi dengan razia dadakan itu, karena biasanya mereka langsung dapat informasi jika ada razia rental.

Tatkala melintas di Nagan Raya, sebuah mobil Innova metalik lewat di depan mobil yang saya tumpangi. “Lihat mobil itu,” seru Bang Supir sembari menunjuk plat Innova tersebut. “Itu mobil baru, plat putih, tapi dia rental juga. Setahu saya, baru dua kali dia tarik sewa,” katanya.

Menurut Bang Supir, Innova tersebut milik pribadi. Pemiliknya sengaja membeli Innova baru dikhususkan untuk rental lintas Barat Selatan-Banda Aceh. Dari Bang Supir pula saya tahu pemilik Innova tersebut sudah punya tiga mobil pribadi yang dipergunakan sebagai angkutan rental.

“Orang berani ambil mobil plat putih untuk rental karena dia sudah kenal banyak penumpang. Kadang, dia tidak mesti lagi cari sewa pada orang loket. Para penumpang sudah kenal sama supirnya, tinggal telpon,” tuturnya.

Bang Supir menyebutkan, banyaknya orang mempergunakan mobil pribadi sebagai pengangkut rental tidak lepas dari sudah mudahnya jalan lintas Barat Selatan-Banda Aceh. Pengerjaan jalan Aceh lintas barat selatan yang hancur dilanda gempa dan tsunami sudah mulai rampung seluruhnya.

Beberapa tahun lalu, saat baru tsunami, sepanjang jalan lintas barat selatan, mulai dari Aceh Besar sampai Aceh Barat, rusak parah. Banyak yang menafsirkan Aceh sepanjang pesisir barat-selatan akan tertinggal, karena putus akses dengan provinsi. Namun, pihak NGO, seperti USAID, terus melakukan perbaikan jalan yang hancur total diterjang tsunami.

“Sampai sekarang masih dibangun jalannya. Kalau sudah selesai semuanya, luar biasa senangnya kita melintas Aceh Selatan-Banda Aceh,” ucap Bang Supir.

Sampai saat ini, memang masih terlihat proses pengerjaan jalan di sepanjang lintas Barat-Banda Aceh. Beberapa ruas sudah rampung sehingga mudah dilalui. Pengguna jalan wajar merasa senang, seperti diutarakan Bang Supir. Pasalnya, ukuran jalan yang sedang dibangun itu sangat luas, bisa dilalui tiga kontainer secara berjajar ke samping.

Namun, beberapa lokasi masih ada yang baru diberi bebatuan sehingga harus hati-hati melaluinya. Hal ini seperti terlihat di kawasan Sampoinet, Aceh Jaya. Semoga tahun ini, jalan sepanjang Banda Aceh-Aceh Selatan rampung seluruhnya. Amin…

Filed under: Feature

One Response

  1. Desperado mengatakan:

    Saya tau supir nyA
    Biasa di panggil nek am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: