Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

13 Agustus, Pabrik Minyak Pangkalan Brandan Dibakar untuk Kemerdekaan

Herman RN | Atjeh Post, 13 Agustus 2012

Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan penjajahan di muka bumi, walau harus membakar lumbung padi atau meledakkan kilang minyak sendiri. Itu pula yang terjadi pada 13 Agustus 1947.

Lebih kurang 67 tahun lalu di tanggal yang sama dengan angka di hari ini, 13 Agustus, Pangkalan Brandan dibumi hanguskan. Pembakaran dilakukan pada pabrik minyak di Kampung Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, sekitar 110 kilometer barat laut Medan, ibukota Sumatera Utara.

Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa pabrik minyak di sana ditemukan oleh seorang warga Belanda, Aeliko Janszoon Zijlker. Ia adalah seorang ahli perkebunan tembakau pada Deli Tobacco Maatschappij. Ketika Zijlker mengetahui adanya kemungkinan kandungan minyak di daerah tersebut, ia menghubungi rekan-rekannya di Belanda untuk mengumpulkan dana.

Selepas izin diperoleh, eksploitasi pun dilakukan. Nama Aeliko Janszoon Zijlker pada akhirnya tercatat dalam sejarah pertambangan dan industri perminyakan Indonesia. Ia dianggap sebagai penemu sumur minyak pertama dalam sejarah perminyakan di Indonesia.

Dalam perjalanannya, pabrik minyak tersebut diperbaiki oleh kaum buruh perjuangan kemerdekaan Indonesia, setelah sempat dibakar. Setelah berhasil diperbaiki, pabrik minyak Pangkalan Brandan ini dimanfaatkan Pemerintah Aceh, kala itu, sebagai sumber keuangan utama.

Hal ini tidak lepas dari kerja sama yang dibangun antara Aceh dan Sumatra Utara masa itu. Aceh menyuplai sumber bahan mentah untuk pabrik minyak tersebut yang diambil dari Aceh Timur dan Kuala Simpang.

Bahan mentah tersebut dialirkan melalui pipa langsung ke pabrik minyak Pangkalan Brandan untuk diproses menjadi beberapa jenis minyak jadi. Hasilnya dimanfaatkan untuk perjuangan kemerdekaan masa itu.

Namun, adanya ancaman dari pihak Belanda membuat pejuang mengambil keputusan akan membakar pabrik minyak tersebut. Akhirnya, pada 13 Agustus 1947, pabrik minyak Pangkalan Brandan, remsi dibumihanguskan. Sebelumnya, sejumlah perlatan penting pabrik minyak tersebut sudah berhasil diselamatkan ke tambang minyak Rantau Kuala Simpang dan Rantau Panjang Peureulak Aceh Timur.[]

Filed under: Memory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: