Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Negeri Aneh!

oleh Herman RN

image descriptionMACAM bagoe terjadi di negeri Aceh. Sesuatu yang bisa dikatakan konyol bin aneh. Jika dulu Aceh disebut aneh di sisi positif, kali ini anehnya sangat memalukan. Aneh Aceh masa lalu karena, misal, punya aturan sendiri yang tak mau mengikuti secara penuh aturan dari Pusat atau Jakarta. Namun, sesuatu yang aneh itu, katakanlah soal pesta demokrasi yang memunculkan calon independen ditiru oleh sejumlah daerah lain. Namun, aneh kali ini malah mendapat cercaan dari belahan dunia mana pun.

Betapa tidak, seorang yang sudah setahun lepas meninggal nyatanya di Aceh masih dapat promosi jabatan. Tak cilet-cilet, almarhum diposisikan sebagai pejabat eselon di jajaran pemerintahan yang bakal menduduki posisi Kasubbag. Sebuah jabatan yang luar biasa. Begitulah anehnya negeri Aceh. Orang yang sudah meninggal dunia pun masih diberikan jabatan. Aneh!

Lebih aneh lagi, dalam prosesi pelantikan 442 pejabat eselon II, III, dan IV itu juga tertera nama pelaku khalwat. Pelaku yang juga notabene adalah seorang teungku itu pernah ditangkap pada sebuah salon. Namun, kini namanya dipromosikan sebagai Kabid Sumber Daya Manusia pada Badan Dayah. Wah.. benar-benar aneh! Pelaku khalwat malah jadi pembina SDM. Tak sederhana, di Badan Dayah pula. Inilah anehnya Aceh.

Ibarat kata Indatu, buet walanca walancé, awai pubuet dudoe piké. Begitulah yang tersirat pada peletakan para pejabat baru di jajaran pemerintahan negeri aneh. Mestinya, orang-orang yang dipercayakan menyeleksi para pejabat itu adalah orang yang teliti, selektif, cermat, dan hati-hati.

Manakala yang bertugas sebagai tim penyeleksi bukan orang yang mahir pada bidangnya, sudah tentu yang dipilihnya juga adalah orang yang asal-asalan. Apa yang disebut hadih maja nyang utôh tayue ceumulék; nyang lisék tayue keunira; nyang malém tayue beut kitab; nyang bansat tayue rabé guda tak tergambar di tubuh Pemerintahan Aceh.

Tidak salah jika dalam canda ada keseriusan dari sekelompok orang untuk menyurati badan Museum Rekor Indonesia (MURI) agar pemerintah negeri aneh diberikan sertfikat MURI. Pasalnya, bukan saja terjadi pelantikan orang yang sudah meninggal dan pemososisian pelaku khalwat sebagai pejabat Badan Dayah, masih terdapat sejumlah aneh lainya dalam prosesi pelantikan tersebut.

Aneh lainnya, sebut daja ada pejabat yang sudah siap sedia dengan jas saparinya ternyata di hari pelantikan namanya tidak dipanggil. Artinya, ia telah digantikan oleh orang lain. Penggantian ini hanya terjadi dalam hitungan jam. Betapa layaknya negeri ini disebut sebagai negeri aneh, negeri terkonyol di zaman ini. Wallahualam

Iklan

Filed under: Haba-haba

One Response

  1. Aneh, issu kemepimpinan menerapkan syariat Islam kaffah di Aceh, tapi mungkin orientasi syariat hanya untuk memiliki banyak istri, sampai-sampai pelaku mesum juga dapat jatah kursi empuk. Waspadalah suami-suami yang istrinya bekerja di Dinas berkadiskan si otak mesum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: