Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Jangan Takuti Rakyat!

Oleh Herman RN

BERMACAM cara pemerintah untuk menakuti rakyat. Pemerintah di level pusat menakuti rakyat dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pada tingkat provinsi, beragam pula gaya para gubernur membuat rakyat hidup dalam ketakutan. Bahkan, untuk level di bawah provinsi pun banyak ditemukan bentuk ketakutan rakyat karena kebijakan kepala pemerintahnya.

Memang, pemerintah tidak menakuti rakyat dengan menunjukkan taring hantu. Namun, kebijakan demi kebijakan yang tidak memihak rakyat, niscaya membuat rakyat hidup dalam ketakutan. Ketakutan itu bertambah-tambah dengan ikut campurnya pasukan aparat menyambut kebijakan pemerintah.

Sejatinya, aparat diturunkan untuk mengamankan. Akan tetapi, pemerintah selalu terkesan mengadu domba antara rakyat dengan aparat. Mahasiswa sebagai tameng rakyat kerap jadi bal-bal pasukan aparat. Hampir tidak ada kebijakan dari pemerintah yang tidak mengorbankan rakyat dan mahasiswa.

Dalam kasus akan dinaikkannya harga BBM oleh pemerintah, beberapa waktu lalu, mahasiswa kembali jadi korban adu domba dengan aparat keamanan. Sulit memang mencari ‘kambing hitam’ siapa yang memulai: apakah mahasiswa yang anarkis atau cara aparat yang berlebihan dalam mengamankan aksi mahasiswa. Intinya, kedua belah pihak sedang diadu. Pihak aparat mengalami korban, apalagi mahasiswa.

Semua karena ulah pemerintah dengan kebijakannya. Jika pemerintah tidak mengambil atau menetapkan kebijakan dengan berpikir sementara, tentunya mahasiswa dengan aparat tidak perlu saling hantam. Adegan saling hantam antara mahasiswa dengan aparat menjadi cermin yang menakutkan bagi rakyat biasa. Rakyat seakan diberikan warning, “Jangan macam-macam dengan pemerintah! Lihat mahasiswa itu!”

Aksi demonstrasi mahasiswa karena BBM melanda hampir seluruh daerah di Tanah Air. Aparat di daerah-daerah terus beradu fisik dengan mahasiswa di tempatnya masing-masing. Hampir semua daerah pula, selalu ada korban di pihak mahasiswa atau masyarakat yang ikut aksi.

 

Kasus di Aceh

Uniknya di Aceh, kasus BBM itu disambut biasa saja. Jika di provinsi lain hampir setiap hari selalu ada aksi mahasiswa sepanjang belum diputuskannya sidang paripurna DPR terkait penetapan harga BBM, tetapi di Aceh, isu ini biasa-biasa saja. Kalaupun ada aksi mahasiswa turun ke jalan, alakadar saja. Tidak ada aksi yang anarkis seperti ditunjukkan mahasiswa di daerah lain. Pun tidak sampai beradu fisik antara mahasiswa dengan aparat. Padahal, kalau kita lihat dalam beberapa aksi dengan isu lain, misal isu pertambangan, selalu mahasiswa di Aceh beradu fisik dengan aparat.

Bagi Aceh, ada isu jauh lebih penting daripada soal BBM. Polemik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) calon gubernur dan bupati/walikota se-Aceh-lah yang menenggelamkan isu BBM. Aceh selalu unik dibanding daerah lain di Indonesia. Jika ada isu di pusat yang mampu menggoncang sampai ke daerah-daerah, bagi Aceh selalu ditanggapi biasa saja. Namun, bilamana ada isu yang lokal sekali, yang bagi pusat isu tersebut dipandang ringan, malah di Aceh jadi isu besar. Aceh seakan jadi daerah antitesis untuk Indonesia. Namun demikian, rakyat di Aceh saat ini juga mengalami ketakutan seperti yang dirasakan rakyat Indonesia umumnya.

Jika di tempat lain ada pertunjukkan antara mahasiswa dengan polisi, yang membuat rakyat hidup dalam was-was, di Aceh ada pertunjukan antara Tim Sukses (Timses) kandidat calon gubernur dan calon bupati/walikota. Lakon antara Timses telah membuat rakyat Aceh hidup bagai kelinci di sarang harimau. Hampir setiap hari, ada saja berita kekerasan dari Timses calon tertentu yang bahkan sampai mengorban nyawa.

Hari pertama kegiatan kampanye saja sudah ada tontonan yang menakutkan rakyat. Ada calon gubernur yang dihadang saat akan kampanye. Ada pula saling todong senjata dari salah satu calon walikota terhadap Timses calon lain. Aksi yang paling kerap terjadi adalah adanya ancaman dari Timses calon tertentu. Jika ada Timses A akan memasang gambar calonnya di kampung X, Timses dari calon B mengancam Timses A. Ancaman tersebut sampai pada ancam bunuh.

Kendati yang beradu fisik atau saling ancam terjadi antara Timses dan simpatisan, rakyat biasa yang tidak tahu harus berbuat apa, hidup dalam ketakutan. Tidak jarang pula, rakyat yang hanya mencoba menuruti hati nuraninya, tidak berani lagi mendatangi kampanye calon tertentu. Rakyat mulai takut, karena jika pergi menonton kampanye calon tertentu, ia akan mendapat imbas tidak diinginkan. Meskipun imbas tersebut belum tentu nyata, rakyat tetap ketakutan. Hal ini karena gambaran dan berita di media selama dua pekan terakhir selalu soal kekerasan dalam Pilkada.

Begitulah Aceh, demikianlah Indonesia. Rakyat selalu hidup dalam ketakutan. Rakyat tak lebih umpama belimbing dalam peribahasa Aceh. Batèe di ateuh batèe di miyup, nyang cayé boh limèng bak teungoh ‘batu di atas batu di bawah, yang terhimpit lemas belimbing di tengah-tengah’.

Rakyatlah umpama belimbing itu. Pemerinah dengan leluasa menetapkan kebijakan. Lalau pada tingkat bawah ada arapat yang akan bertindak jika terjadi sesuatu. Adapun rakyat selalu jadi imbas.

Dalam praktik politik pemilihan kepala daerah juga demikian. Para calon dengan mudah memberikan titah. Pada tingkat bawah ada Timses yang mengambil seribu cara. Di tengah-tengah, ada rakyat yang dihadapi pilihan serba salah.

Setiap pemimpin dipilih oleh rakyat. Jika harus menakuti rakyat, apalah arti janji dan ikrar masa kampanye. Apalah arti sumpah memihak pada rakyat. Tanah Air ini butuh pemimpin yang siddiq, amanah, tabliq, dan fatnah.

 

Herman RN, Alumnus Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

 

Filed under: Essay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: