Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Kalau Tetap Mubes, DKB Tak Diakui Seniman

BANDA ACEH – Para pelaku seni yang tergabung dalam Seniman Taman Sari kembali mempersoalkan wacana Musyawarah Besar (Mubes) Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) yang akan digelar pada 21 Desember 2013 mendatang. Bahkan kali ini dengan tegas mereka menyatakan menolak Mubes tersebut.

“Mubes diselenggarakan oleh kepengurusan DKB yang sudah vakum selama 5 tahun. Kami memandang pengurus lama yang sudah vakum tidak punya legitimasi untuk menyelenggarakan Mubes. Apalagi, surat undangan untuk peserta bukan dari kepanitiaan Mubes, melainkan dari pengurus lama DKB, yang ditandatangani oleh ketua tak aktif tersebut,” kata Herman RN, juru bicara Seniman Taman Sari kepada Ajnn.Net, Kamis (19/12) di Banda Aceh.

Lanjutnya Herman, pihaknya meragukan transparansi atau akuntabilitas kepengurusan lama. “Kami memandang hal-hal prinsip seperti ini tidak bisa diselesaikan melalui Mubes, kecuali Musyawarah Luar Biasa (Mubeslub),” ujarnya.

Pernyataan itu diperkuat oleh Azhari. Kata sastrawan ini mereka meragukan terhadap mekanisme penentuan seniman-seniman yang akan mengikuti Mubes. Ia khawatir perwakilan tidak akan representatif.

“Sebuah musyawarah harusnya diikuti oleh unsur seniman yang bergiat di komunitas-komunitas yang terdapat di Banda Aceh. Unsur-unsur tersebut didaftar dan diundang, bukan melalui cara penunjukkan yang tidak demokratis,” penulis buku Perempuan Pala ini.

Sebagai bentuk protes, mereka telah mengajukan petisi sebagai jalan tengah agar Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil alih musyawarah tersebut dan melaksanakan Musyawarah Luar Biasa yang dapat memuaskan semua pihak.

“Namun Pemko Banda Aceh dalam hal ini Kadisbudpar menelikung petisi kami yang ditandatangani oleh puluhan perwakilan seniman Banda Aceh dari berbagai cabang kesenian. Dengan demikian kami meragukan cara yang ditempuh Kadisbudpar dalam menyelesaikan masalah,” sidiknya.

Bila nantinya Mubes tetap digelar pada 21 Desember 2013 kata Azhari para Seniman Taman Sari akan memboikot bahkan tak tertutup kemungkinan mereka akan membuat Mubeslub. Bila ini terjadi dikhawatirkan akan terjadi dualisme kepengurusan, tentu sebuah preseden buruk bagi dunia seniman Banda Aceh.

Mereka yang menolak Mubes:

Azhari, Muhadzdzier M. Salda, Thayeb Loh Angen, Nazar Shah Alam (Sastra), Imam Juwaini, Anton Sabang (Tari), Mustika, Fozan Santa (Teater), Made in Made, Amroe Pane (musik), R.A. Karamullah, Muhammad Hamzah (Film), Idrus Bin Harun, Fahdlan (Rupa), Komunitas Kanoet Bu, Komunitas Jeuneurob, Teater Nol, Teater Rongsokan, Seuramoe Teater Aceh, Sanggar Seulaweut, Cakra, dll.

sumber: ajnn

Filed under: Kabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: