Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Seniman Banda Aceh Tolak Mubes DKB

mubesBanda Aceh – Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) yang kepengurusannya tidak berlaku lagi dalam waktu lebih kurang lima tahun (satu periode) menyebarkan undangan untuk menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) yang akan dilaksanakan pada 21 Desember 2013 di Rumah Budaya Kota Banda Aceh. Undangan atas nama pengurus lama itu tidak sah.

Demikian kata Herman RN, seorang sastrawan penduduk Banda Aceh, mempertanyakan keabsahan  acara tersebut pada 19 Desember 2013. Herman mengaku bahwa ia berbicara atas nama sekalian seniman yang bermusyawarah di Taman Sari dan ratusan orang lainnya yang telah menandatangani sebuah petisi.

“Kami yang telah beberapa kali bermusyawarah di Taman Sari untuk penyelesaian DKB, di antaranya adalah Mahrisal Rubi, Azhari, Imam Juwaini, Mustika, Fozan Santa, dan masih banyak lagi. Antara senang, haru, dan miris, yang kami rasakan menyikapi undangan tersebut. Pertanyaan sederhana, apakah Mubes ini tindak lanjut dari petisi yang kami sampaikan kepada Reza Pahlevi, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Banda Aceh?” kata Herman RN.

Menurutnya, sekumpulan orang yang cinta dan peduli kesenian di Banda Aceh sempat duduk bersama membicarakan soalan DKB yang sudah menghentikan kegiatan sejak 2007.
“Hasil musyawarah pada 23 dan 25 September 2013 itu melahirkan sejumlah petisi. Petisi itu kami tujukan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, dalam hal ini Disbudpar Kota sebagai Pembina DKB. Petisi tersebut sudah ditandatangani puluhan perwakilan seniman Banda Aceh dari berbagai cabang kesenian,” kata Herman RN.

Herman menyebutkan nama orang yang menandatangi petisi tersebut. Menurutnya, mera adalah R.A Karamullah, dan Muhammad Hamzah (film), Idrus bin Harun dan Fadhlan Jaroe (rupa), Thayeb Loh Angen, Nazar Shah Alam, dan Muhadzdzier M Salda (sastra), Mustika dan Fozan Santa (Teater), Imam Juwaini (tari), dan, kata Herman, masih banyak lagi, baik atas nama komunitas (organisasi) mahupun atas nama pribadi.

“Petisi tersebut meminta agar Disbudpar Kota mengambil alih DKB sementara waktu itu telah di tangan Kadisbudpar. Kami bertemu langsung dengan Reza Pahlevi di sebuah warung kopi dekat Taman Sari Banda Aceh, untuk memberikan petisi tersebut. Waktu itu, kata dia, Kadisbudpar berjanji akan menyelesaikan masalah ini,” kata Herman.

“Kami atas nama kumpulan seniman Taman Sari tidak tahu persis metode yang akan digunakan kadis dalam menyelesaikan masalah. Kami hanya minta, Disbudpar membentuk tim kecil untuk menyusun kepanitiaan Mubes DKB. Tahu-tahunya, sekarang Disbudpar mengeluarkan SK Mubes untuk pengurus lama DKB. Surat undangan Mubes diteken langsung oleh ketua lama DKB yang sudah terhenti selama lima tahun. Kami tak tahu apakah ini dibenarkan dalam hukum?” kata Herman.

Menurutnya, pengurus yang sudah habis masa SK kepengurusan (bahkan 5 tahun  tidak berkegiatan -red) tidak lagi memiliki kekuasaan untuk mengeluarkan surat atas nama lembaganya. Herman menaku pihaknya tidak paham apakah seorang ketua umum yang belum didefenitifkan boleh menjadi ketua panitia Mubes, yang kemudian berhak mengundang peserta Mubes.

“Sudah representatifkah peserta yang diundang dalam Mubes nanti? Hal ini mengingat selama ini yang menghidupkan panggung kesenian Kota Banda Aceh didominasi oleh mereka yang muda-muda, terutama sekali kelompok seniman yang terlibat di Piasan Seni Kota Banda Aceh.
Herman berharap supaay Kadisbudpar Banda Aceh mengingat bahwa sudah dua tahun pagelaran kesenian di Banda Aceh itu hidup dengan Piasan Seni di Taman Sari.

“Pantaskah Kadisbudpar Banda Aceh melupakan mereka yang selama ini menghidupkan Piasan Seni Kota Banda Aceh? Semoga Mubes berjalan sesuai cita-cita bersama, sesuai mandat AD/ART, adanya LPJ pengurus lama (aset dan finansial), hingga terpilih sosok ketua baru. Pengalaman masa lalu adalah contoh di masa depan. Salam budaya,” tegas Herman RN atas nama para seniman lainnya.

sumber: peradabandunia

Filed under: Kabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: