Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Kala Thailand Selatan Melirik Indonesia

Fatoni-7RUANGAN itu sedikit lebih kecil dari lapangan bola voli. Di dinding sebelah utara, ada tiga sofa merah. Sebelah timur dan barat masing-masing dua sofa. Adapun sebelah dinding selatan, terdapat enam sofa kuning dengan ukuran lebih kecil daripada sofa merah. Di tengah-tengah ada meja kaca, yang di atasnya terletak bunga kertas.

Kamis, 23 Januari 2014, sekitar pukul 10 pagi, seorang lelaki berjas hitam dengan dasi biru dongker memasuki ruang tersebut. Di depan pintu, ia disambut sejumlah lelaki lainya, yang sedari pagi menanti si lelaki berjas hitam.

“Selamat datang, Pak. Silakan duduk,” ujar Ku-Ares Tawandorloh, satu dari empat lelaki yang menyambut di depan pintu. Kalimat yang sama juga terdengar dari lelaki lainnya.

Di antara para lelaki itu, hanya tampak satu perempuan. Namanya Soleha. Ia merupakan warga selatan Thailand, yang sudah lulus Pascasarjana di UIN Syarif Hidayatullah, Indonesia. Adapun para lelaki dalam ruangan itu, semuanya warga negara  Thailand alumni beberapa perguruan tinggi Indonesia. Hanya dua orang yang bukan warga Thailand, yaitu saya sendiri dan Syawaluddin. Kami berdua dari Aceh, Indonesia.

Fatoni-3Lelaki berjas hitam yang dinantikan hari itu adalah Dr. Yunardi, atase pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Thailand. Dari Bangkok, Yunardi ditemani Sulaiman, juga dari Kedubes RI di Thailand. Dua hari lalu, mereka sudah sampai di Hatyai, sebuah kota kecil di perbatasan selatan Thailand. Di sana, Yunardi dan temannya sempat mengunjungi Prince of Sonkla University (PSU), salah satu kampus kerajaan atau kampus negeri ternama di Thailand.

Selepas dari PSU, atase pendidikan KBRI ini mengunjungi kampus Fatoni University. Dulunya, kampus ini bernama Yala Islamic University (YIU). Kampus ini adalah kampus islam swasta, yang tergolong ke dalam kampus swasta terbesar di Thailand. Adapun kunjungan Yunardi ke kampus ini untuk silaturrahmi dan berbincang sekitar hubungan kerja sama antara Indonesia dan Thailand, terutama dalam bidang pendidikan. Pertemuan sederhana itu berlangsung di ruang rapat gedung Rektor Fatoni University.

Di luar dugaan Yunardi, ternyata di kampus ini sudah ada persatuan alumni Indonesia. “Di sini sudah ada PUSAINA, Pak. Pusat Asean-Indonesia,” jelas Ku-Ares, yang bertindak sebagai moderator diskusi. “Pak Muhammaddare sekarang ini ketuanya,” lanjut Ku-Ares sembari menunjuk seorang lelaki berambut ikal di sebelah utara.

Lelaki asal Narathiwat ini menjelaskan sekilas kerja-kerja dan program PUSAINA. Antara lain, kata dia, PUSAINA menjadi wadah bagi siapa saja yang hendak belajar ke Indonesia, juga wadah bagi alumni yang baru pulang dari Indonesia.

“Banyak tawaran dari universitas di Indonesia yang mau bekerja sama dengan universitas-universitas di Thailand. Saya kira, jika sudah ada PUSAINA, langkah kerja sama ini akan lebih mudah ditempuh,” sahut Yunardi.

Dari-dari bincang-bincang ringan tersebut, diketahui bahwa para dosen di Fatoni University sangat tertarik dengan Indonesia. Sejumlah tawaran pun dikemukakan kepada Yunardi.

“Saya menawarkan agar Indonesia dapat mengirimkan dosen kemari, khusus mengajarkaFatoni-4n bahasa Indonesia. Orang-orang di sini sangat senang dengan bahasa Indonesia. Atau calon dosen dan dosen muda dari sini yang bisa diberikan beasiswa untuk belajar bahasa Indonesia di Indonesia?” kata Pembantu Rektor Bagian Kerja Sama, Ass.Prof. Ahmad Umar Japakiya, menimpali bincang-bincang tersebut.

Yunardi menyambut baik usulan itu. Menurutnya, beasiswa untuk dosen dan calon dosen memang tersedia di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Ia berpesan kepada dosen-dosen di Fatoni University dapat mempersiapkan dokumen-dokumen calon dosen tersebut, jika memang berhasrat.

“Saya akan usahakan cari jalan. Biasanya, kalau beasiswa untuk calon dosen itu lebih mudah kita temukan,” kata Yunardi.

Dalam kesempatan itu, lelaki asal Aceh ini juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia selalu menyediakan Darmasiswa setiap tahun. Darmasiswa itu untuk setiap mahasiswa luar negeri belajar bahasa Indonesia di Indonesia. “Setiap tahun, yang paling banyak mengirimkan mahasiswanya belajar bahasa Indonesia melalui Darmasiswa ini pertama sekali Polandia, kedua Thailand,” tuturnya.

Semangat warga Thailand belajar bahasa Indonesia inilah yang membuat Yunardi yakin hubungan kerja sama antara perguruan tinggi di Thailand dan Indonesia dapat terwujud. Ia juga menyebutkan adanya program pertukaran pelajar/mahasiswa yang dapat dilakukan antara Thailand dan Indonesia.

Yunardi yakin, sejarah silam antara Indonesia dan Thailand Selatan yang punya hubungan historis dapat menyatukan dua negara ini dalam bentuk kerja sama yang baik. Hal itu dipertegas pula oleh Ahmad Umar. “Di Indonesia ada Aceh Darussalam, di Thailand ada Patani Darussalam. Saya yakin, selatan Thailand ini punya hubungan sejarah dengan Indonesia, terutama Aceh,” tuturnya.

Bincang-bincang ringan itu selesai sebelum pukul 12 siang. Yunardi dan temannya undur diri. Mereka akan berkunjung pula ke kampus Rajabhat Yala University, sebuah kampus negeri di Provinsi Yala, masih dalam kawasan selatan Thailand. Kata Yunardi, ada tiga alumni Indonesia yang jadi dosen di kampus tersebut.

Sebelum meninggalkan Fatoni University, Yunardi sempat foto bersama terlebih dahulu. Kunjungan terakhirnya hari itu adalah ke Pusat Pentadbiran Wilayah Sempadan Selatan Thailand atau sering disebut SBPAC. Lawatan ke sana juga dalam rangka membicarakan hubungan kerja sama dengan Indonesia. [HERMAN RN]

Fatoni-2

Filed under: Feature

One Response

  1. Deli Maulana mengatakan:

    Mantap nyan. Mau juga untuk ikut bergabung jika ada peluang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: