Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Bahasa Label

Oleh Herman RN

bahasaPARA ahli sudah menyepakati sejumlah hakikat bahasa. Disebutkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi hakikatnya universal, unik, arbitrer, konvensional. Bahasa juga dapat berupa simbol dan tanda. Dalam laku komunikasi, terdapat pula sejumlah kata yang dilabelkan pada beberapa benda bahkan manusia dengan sifat dan sikapnya.

Label bahasa tercipta karena popularitas benda tersebut sebagai suatu hasil kebudayaan. Benda-benda yang terlebih dahulu muncul akan mendominasi ‘nama’ penyebutan terhadap benda-benda lain yang mirip tetapi muncul kemudian. Pelabelan bahasa terhadap benda-benda lain yang memiliki kesamaan dengan benda pertama tidak dapat dinafikan. Di sinilah letak bahasa label atau bahasa merek.

Label bahasa terhadap suatu benda paling umum terjadi pada pengucapan nama merek. Sebut saja jenis air mineral. Aqua merupakan merek air mineral oleh perusahaan danone. Kata “Aqua” kemudian mendominasi terhadap sejumlah air mineral merek lain yang muncul kemudian.

Kerap dalam kehidupan sehari-hari orang menyebut “Aqua”—dalam bahasa lisan sering diucapkan “Akua”–padahal air yang diminumnya bukan merek Aqua. Orang-orang pada sebuah kedai atau cafe, misalnya, memesan minuman “Akua satu, Mas.” Namun, petugas cafe terkadang membawa pesanan yang bukan merek Aqua. Boleh jadi yang dibawa tukang cafe adalah merek Sling, I-Qua, atau lain-lain.

Bahasa label serupa terjadi juga pada produk mie instan. Karena “Indomie” merupakan produk mie instan yang sudah ‘dekat’ dalam pendengaran masyarakat, orang-orang kerap menyebut “indomie” untuk beberapa merek mie instan lainnya. Kalimat “Saya baru selesai makan indomie,” boleh jadi yang dimakan adalah sarimi, supermi, sakura, atau mie merek lainnya.

Bahasa label tidak hanya terjadi pada produk makanan dan minuman. Merek kendaraan tertentu juga kerap memunculkan bahasa label. Hal ini biasanya terjadi di kampung-kampung. Sebut saja di Aceh. Masyarakat Aceh umumnya menyebut kendaraan roda dua dengan “Honda”. Honda merupakan merek salah satu sepeda motor. Bagi masyarakat Aceh, apa pun sepeda motornya, selalu disebut dengan Honda. “Saya pinjam Honda kamu sekejap”, “Saya lupa kunci Honda saya tadi saya tarok di mana”, “Kamu ke kampus pakai Honda atau mobil?”.

Ucapan-ucapan di atas sekilas biasa saja. Namun, kata “Honda” dalam setiap ucapan tersebut tidak selalu merujuk sepeda motor dengan merek Honda. Adakalanya sepeda motor itu merek Suzuki, Yamaha, TVS, dan lainnya. Karena masyarakat Aceh sudah lebih mengenal Honda terlebih dahulu, mereka selalu menyebut kata Honda untuk segala merek kendaraan bermesin yang roda dua itu.

Bahasa label terhadap benda atau produk tertentu ini selalu muncul pada setiap daerah dengan kekhasan masing-masing. Hal ini tidak terlepas dari budaya dan kebudayaan. Bahasa sendiri merupakan produk budaya sehingga bahasa dan budaya begitu erat bagai kuah dan isi, laksana kulit dan ari.

Tidak ada yang salah dengan bahasa label, hanya saja penting kiranya men-takrif-kan benda yang hendak diucapkan. Dalam tindakan lisan, bahasa label tersebut tidak dapat disangkal. Akan tetapi, dalam bahasa tulis, hendaknya perlu ditegaskan benda yang sebenarnya hendak diucapkan sehingga yang punya merek terhadap suatu produk tidak merasa terugikan hanya karena sebuah kosa kata.

Harus diakui, tingkap papan kayu persegi/riga-riga di pulau Angsa/ indah tampan karena budi/tinggi bangsa karena bahasa.

Filed under: Essay, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: