Piala Dunia dan Pemilihan Presiden

pilpresSEJAK laga-laga awal sepak bola Piala Dunia 2014, saya sudah memprediksikan tiga negara yang bakal sampai ke perempat final bahkan kemungkinan ketiganya berurutan menduduki posisi 1, 2, dan 3. Mereka adalah Belanda, Jerman, dan Brasil. Namun, banyak yang membantah saat itu dan saya tak ambil heboh. Yang namanya prediksi itu tentu bisa salah dan bisa benar.

Beberapa hari lalu, saya juga menulis komentar di status beberapa kawan bahwa Jerman akan unggul melawan Brasil dan Belanda unggul melawan Argentina. Banyak kawan yang meremehkan prediksi saya bahkan ada yang sempat kesal. Hari ini, prediksi saya itu terbukti 50% benar, bahwa Jerman menang atas Brasil. Saya tak menyangka mereka menang sampai 7-1 dari tuan rumah penyelenggara piala dunia. Artinya, selangkah lagi jika Belanda menang melawan Argentina, prediksi saya final piala dunia musim ini benar adanya.

Prediksi berikunya adalah soal anugerah pemain terbaik piala dunia musim ini. Kalau bukan dari Belanda, saya prediksikan anugerah itu jatuh pada pemain Jerman. Intinya, bukan Messi seperi dijagokan banyak orang. Entahlah, prediksi ini lemah sekali di feeling saya J

Itu prediksi saya untuk pesta piala dunia. Di dunia pesta demokrasi Pemilihan Presiden Indonesia, saya prediksi Prabowo-Hatta unggul daripada Jokowi-Kalla. Prediksi ini bukan karena apakah saya pendukung atau pemilih Prabowo? Justru karena prediksi dan feeling-lah yang membuat saya harus menentukan/memilih siapa, bukan karena saya memilih baru saya prediksi.

Prediksi saya atas Prabowo sederhana, karena saya tidak melihat dia begitu ambisius dalam percaturan politik ini. Saya juga tidak melihat sudut matanya yang memandang sinis lawan main sebagaimana diperagakan Jokowi dalam debat capres suatu ketika. Pun saya sedikit sekali mendapati pendukung Prabowo yang kalap jika capres mereka diejek atau dihina. Beda sungguh dengan kubu sebelah yang langsung balas mencerca jika capres Jokowi diejek lawan sebelah.

Harus saya akui, Prabowo itu punya masalah dengan kasu HAM sebagaimana berita berkembang. Namun, prediksi ini saya lakukan bukan karena kasus itu. Pun jika kemudian hari kedapatan saya memilih Prabowo, bukan berarti saya membela pelaku HAM. Saya menjatuhkan pilihan hanya karena prediksi saya bahwa saya harus memilih pemenang, bukan memilih supaya orang itu menang.

Hemat saya, satu suara saya tidak begitu berarti bagi kedua belah pihak. Namun, saya memilih salah satunya, karena yang saya pilih saya prediksikan menang. Kalau saya memilih karena saya pendukung tetap, pastinya saya juga akan melakukan kampanye seperti mereka agar calon saya menang. Namun, karena saya bukan timses dan bukan pendukung fanatik, saya kira saya tak perlu ikut kampanye apalagi kalap kalau orang membincangkan sisi negatif Prabowo.

Sekali lagi, saya prediksikan Prabowo unggul, itu sebab saya memilih dia! Kalau prediksi ini kemudian hari salah, saya hanya bisa bilang, itulah prediksi, bisa benar dan bisa salah. Dan saya, tak perlu marah-marah! [Herman RN]

Iklan

2 respons untuk ‘Piala Dunia dan Pemilihan Presiden

  1. Tulisan yg luar biasa..! Saya rela prediksi tim favorit saya Argentina tersingkir asalkan Prabowo-Hatta menjadi pemenang hari ini! 🙂 bagi saya, Argentina juara piala dunia dan Prabowo – hatta menjadi pemimpin Indonesia Raya. 🙂 Saleum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s