Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Aceh Penting Memiliki Rute Internasional tanpa Transit

[Serambi Indonesia, 23 Desember 2014]

bandaraBANDARA Sultan Iskandar Muda Aceh penting memiliki rute penerbangan langsung ke luar negeri tanpa harus transit di Bandara Kuala Namu (KNO) Medan. Beberapa alasan saya, airpotex Bandara Kuala Namu sangat mahal. Untuk penerbangan domestik Rp 60.000 dan internasional Rp 200.000. Angka ini sangat memeras uang masyarakat biasa yang hendak bepergian ke luar negeri, termasuk bagi mereka akan berobat ke Penang, misalnya.

Bisa dibayangkan, seorang ibu dari Aceh akan berobat ke Penang, tapi dia harus setor Rp200 ribu terlebih dulu di Medan. Rata-rata mereka yang berobat ke Penang adalah masyarakat menengah ke bawah, yang kadang harus jual sawah atau harta benda lainnya di Aceh demi berobat. Namun, mereka harus setor Rp200 ribu untuk Medan setiap akan ke Penang.

Jika satu orang saja Rp200 ribu, bagaimana kalau mereka membawa anggota keluarga pendamping dua atau tiga orang? Misalkan seorang kakek yang harus dipapah, tentu akan bawa anaknya sebagai pendamping. Maka ia harus setor Rp 400 ribu untuk Medan setiap akan berobat ke Penang. Belum lagi airpotex domestik dari Medan ke Aceh, juga masih mahal dibanding airpotex domestik seluruh bandara di Indonesia.

Jika masyarakat Aceh yang berobat ke Penang mencapai 10 orang atau lebih dalam sehari, berapa yang diperoleh Medan dari Aceh? Tentu masih banyak alasan lain mengapa Aceh harus memiliki rute internasional tanpa harus transit di Medan. Termasuk soal pelayanan. Singkatnya, lebih baik orang Aceh menyumbang airpotex untuk bandara Aceh sendiri daripada menyumbangnya ke Medan tapi pelayanan tak memuaskan.

Sekali lagi, Aceh penting memiliki rute internasional tanpa transit. Paling tidak untuk negara-negara Asean seperti Penang, Thailand, Brunei, Singapura. Momen ASEAN Comunity 2015, harus dijadikan Aceh untuk bisa berdiri sendiri tanpa bergantung kepada Medan. Apalagi, SIM bandara Internasional. Terima kasih.

Herman RN
Cerpenis, Warga Gp Pineung Banda Aceh

Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: