Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Aceh Ladang Tahfiz Quran

oleh HERMAN RN

quranKAMIS, 16 Juli 2015 menjadi sejarah bagi ureueng Aceh, dengan munculnya sinyak Aceh sebagai juara II dan juara III lomba Hafiz Quran tingkat nasional. Mereka yang mengharumkan nama Aceh adalah Askar (Banda Aceh) dan Miftah (Aceh Timur).

Tiada berlebihan lakab Aceh sebagai “Tanah Para Ulama” atau “Tanah Aulia”. Berbilang tahun kemegahan Islam di Serambi Mekkah, mengharumkan negeri ini ban sigom donya. Banyak ulama Aceh yang telah memperkenalkan Islam hingga ke seluruh Nusantara meski tanpa embel-embel Islam Nusantara.

Kini, marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah dan Tanah Para Aulia semakin tampak dengan munculnya para tahfiz Quran dari Aceh. Terlebih lagi di antara para tahfiz tersebut, usia mereka masih setampuk jagung.

Aceh tentu masih ingat dengan nama Nawala Aji Pradana, Askar Arif Dzikra, dan Miftahul Barri. Mereka yang belum baligh ini mampu menjadi peserta Hafiz Quran yang diselenggarakan oleh stasiun televisi nasional.

Meski memiliki keterbatasan indra penglihatan, Nawala tetap tampil gemilang menghapal gema wahyu Ilahi juz 30. Bahkan, dewan juri hafiz cilik tak kuasa membendung air mata tatkala menyaksikan Nawala. Betapa tidak, ternyata bukan hanya Nawala yang memiliki keterbatasan indra penglihatan, tapi juga ayahnya. Anak dan ayah ini belajar membaca dan menghapal Quran dengan huruf braillle. Di sinilah letak keistimewaan Nawala dari Aceh dibanding peserta dari daerah lain.

Selain Nawala, penampilan Askar dan Mifta juga laksana bungong jeumpa bagi Aceh. Dua sinyak Aceh ini sangat membanggakan Aceh di kancah hafiz cilik yang disiarkan stasiun televisi swasta. Askar berasal dari Banda Aceh dan sudah mampu menghapal tiga juz qalam Ilahi berhasil menduduki juara II.

Adapun Miftah yang berasal dari Aceh Timur menduduki posisi juara III. Miftah kelahiran tahun 2008 itu sudah mulai menghapal Alquran sejak usia empat tahun. Di usia 6,5 tahun ini, ia sudah mampu menghapal 4 juz Alquran. Meski bukan berasal dari keluarga hafiz atau hafizah, Miftah berhasil menjadi hafiz cilik berkat dorongan dan bimbingan sang ibu. Tentunya dengan tanpa menafikan guru mengajinya, Danil Qadir.

Nun di Negeri Para Nabi, tersebut pula nama Faihaq Ridhallah berdarah Aceh, putra pasangan Aiyub Bardan dan Hajar Safwani. Sinyak yang lahir 9 Januari 2006 di Kairo ini ternyata juga seorang penghapal Alquran. Dikutip dari laman kmamesir.org, Faihaq sekolah di Orman Language School. Di sekolah ia selalu menjadi yang terbaik. Di luar itu, ia belajar tahfiz pada Madrasah Tahfiz Quran Masharawi di Hay Tsamin.

Bagi Banda Aceh sendiri, semangat mencari dan menggali potensi para penghapal Quran terus digalakkan. Pemerintah Kota Banda Aceh tak pernah bosan membuka audisi bagi para calon hafiz usia 6-8 tahun itu. Hal ini bisa dilihat dalam salah satu tangkai kegiatan Gampông Ramadan yang digelar bulan puasa tempo hari.

Sekolah Tahfiz

Di tengah gemilang para penghapal Quran dari Aceh, tentu muncul pertanyaan di benak kita, kemana harus mengantar anak-anak agar mampu menjadi seorang hafiz dan hafizah? Singkatnya, adakah sekolah khusus tahfiz di Aceh?

Pertanyaan ini menarik, mengingat media masih jarang menyentuh sekolah-sekolah tahfiz di bumi Serambi Mekkah. Pada tingkat usia remaja, barangkali sekolah tahfiz itu sudah include di ayah-dayah. Namun, pada tingkat usia kanak-kanak, sekolah tahfiz masih jarang sekali terdengar.

Saat ini, salah satu sekolah yang fokus pada tahfiz Quran adalah Yayasan Sulaimaniyah. Madrasah cabang Turki itu terletak di Aceh Besar. Minggu (02/08/2015), Yayasan Sulaimaniyah berhasil mewisuda 23 hafiz. 10 orang di antara wisudawan mendapat kesempatan berangkat ke Turki.

Menurut Humas Yayasan Sulaimaniyah Aceh, Rahmi Soraya, sekolah tahfiz ini lahir berkat kerja sama Yayasan Sulaimaniyah Turki. “Yayasan Sulaimaniyah didirikan oleh Syeh Sulaimaniyah Tunahan, keturunan Al-Fatih. Beliau merasa bertanggung jawab mengembalikan kejayaan Islam di Turki yang tumbang sejak masuk Islam skuler masa kekuasaan Kemal Ataturk,” kata Rahmi.

Menurut dia, Yayasan Sulaimaniyah sudah melahirkan 4000 lebih cabang yang tersebar di Turki, wilayah, Asia, dan Eropa. “Di Indonesia, tambah Rahmi, sudah ada 24 asrama Sulaimaniyah. Di Sumatera ada enam, tiga di antaranya di Aceh. Asrama pusatnya di Peuniti. Asrama mahasiswa di Gedung Habibie Centre, Jalan Bakti Darussalam. Asrama khusus tahfiz ada di Gedung Habibie Centre Beung Cala, Aceh Besar,” tuturnya.

Lebih jauh Rahmi menguraikan bahwa hubungan Aceh-Turki semakin membaik dengan adanya yayasan tersebut. Kata pemilik Soraya Boutique itu, masyarakat Turki menggratiskan sekolah pada asrama Sulaimaniyah di ketiga tempat yang ada di Aceh.

“Beginilah mulianya masyarakat Turki terhadap Aceh. Kadang, saat salat jamaah di masjid di Turki, jika imam masjid mengumumkan ada santri dari Aceh yang datang, jamaah salat berebutan salaman dengan santri dari Aceh. Mungkin ini hikmah lada sicupak pada masa Sultal II Selim dulu,” ujarnya.

Rahmi menegaskan, setiap wisudawan Tahfiz Quran alumni Yayasan Sulaimaniyah berkesempatan diberangkatkan ke Turki. Di sana, mereka akan mendapat tambahan ilmu membaca dan memahami sejumlah kita, termasuk kita kuning yang sama seperti kita kuning di Aceh.[]

Filed under: Kabar, , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: