Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Kupi Ulee Kareng, Citarasa Lokal Kualitas Internasional

Herman RN

kopiSiapa yang tak kenal kupi ulee kareng? Bagi para penikmat kopi, nama kopi ulee kareng tentu sudah sangat akrab di telinga. Citarasa kopi khas Aceh ini bukan hanya dikenal di Aceh, tapi juga di seluruh Indonesia bahkan beberapa negara luar. Karena itu, tak perlu heran, jika ada tamu dari negara luar datang ke Banda Aceh, kopi ulee kareng akan jadi salah satu yang dicari.

Beberapa waktu lalu, rombongan Kedutaan Besar Timur Tengah saat berkunjung ke Banda Aceh, menyempatkan diri pergi ke Ulee Kareng. Tiada sesuatu yang mereka cari di sana, selain kopi ulee kareng yang khas itu. Rombongan Kedubes Timteng ini langsung menuju showroom kupi ulee kareng yang tak jauh dari Simpang Tujuh.

“Baru beberapa hari lalu rombongan Kedutaan Timteng ke sini. Mereka meeting di sini sambil minum kopi,” tutur M. Nur Zaki saat dijumpai di showroom kupi ulee kareng, Selasa (20/10/2015).

Zaki adalah manajer operasional perusahaan kupi ulee kareng. Dari alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini mengalir kisah riwayat kopi ulee kareng yang kini fenomenal.

“Kami memang sengaja memakai nama Ulee Kareng sebagai brand kami. Nama kupi ulee kareng ini sudah kami patenkan. Kami punya sertifikatnya,” kata Zaki.

Selain nama “ulee kareng”, pada dinding showroom tertulis pula angka 1960. Menurut Zaki, angka itu merupakan sejarah awal kupi ulee kareng dibangun yang bermula dari sebuah kedai kopi tradisional.

“Pabrik kupi ulee kareng ini punya Pak Asnawi. Awalnya dari kedai kopi kakek Pak Asnawi. Kedai kopi itu dikembangkan dari generasi ke genenasi hingga sampai kepada Pak Asnawi. Jadilah begini,” ujar Zaki lagi.

Namun, di era Pak Asnawi sekarang, mereka tidak lagi membuka kedai kopi. Perusahaan Kupi Ulee Kareng kini lebih fokus pada peracikan dan penjualan produk. Pada pabriknya di Lamgapang, Ulee Kareng, Banda Aceh, mereka meracik kupi ulee kareng. Hasilnya, mereka pasarkan ke kedai-kedai kopi dan sejumlah retail.

Jika dulu perusahaan ini mengemas produknya dengan plastik biasa, kini sudah tersedia dalam bentuk kemasan aluminium voil. Kemasan tersebut dimulai dari ukuran sacet sampai seberat 5 kilogram. Kata Zaki, kemasan 5 kilogram biasanya permintaan kedai kopi yang menjual kupi sareng.

Adapun produk yang dihasilkan oleh pabrik ini ada arabika dan robusta. Bahan mentah umumnya mereka datangkan dari Takengon, Aceh Tengah. Akan tetapi, citarasa kopi gayo tentu berbeda dengan kupi ulee kareng, sebab racikan pabrik yang berbeda.

“Meskipun bahan mentahnya dari Gayo, Takengon, citarasa kopi kita tentu beda dengan kopi gayo. Semua terletak pada racikan pabrik masing-masing,” tutur Zaki.

Ditanya soal pesanan, Zaki enggan bicara banyak. Ia hanya mengatakan, “Syukur Alhamdulillah pesanan selalu ada.”

Pascatsunami

Zaki menyebutkan showroom kupi ulee kareng 1960 baru dibangun pascatsunami. Sejak itu pula, muncul pemikiran dari pemilik usaha ini untuk tidak lagi membuka kedai kopi, melainkan menyediakan produk dengan kemasan.

Kini, selain telah memiliki sertifikat haki dengan nama kupi ulee kareng, perusahaan ini juga sudah mematenkan kata sanger sebagai salah satu kemasan kopi produk mereka.

“Mungkin nama Ulee Kareng sering diperbincangkan orang. Dalam dunia bisnis, hak paten itu penting. Itu sebab pula kami mematenkan sanger sebagai salah satu produk kami,” kata Zaki.

Kini, nama Uleee Kareng kian terkenal bansigom donya. Demikian pula nama kupi ulee kareang. Kopi asli Aceh ini memang diracik dengan cara tradisional, tetapi kualitasnya internasional. Tak salah banyak tamu dari luar negeri yang sengaja berkunjung ke Showroom Kupi Ulee Kareng. Selain untuk meeting, tentunya mereka juga ingin merasakan racikan tradisional kupi ulee kareng di showroom-nya langsung. Anda penasaran dan ingin mencoba juga?[]

Filed under: Feature, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna mohon kejelasan, suplay air di tempat kami sudah lebih seminggu macet. Di tempat orang lain lancar saja. Bagaimana ini? 1 week ago

LIKE FACEBOOK HRN

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.294 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: