Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Alasan Banyak Istri dan Sunnah Nabi

oleh Herman RN

SERING kita mendengar bahwa alasan poligami adalah untuk mengikuti sunnah nabi. Maksud sunnah nabi di sini meneladani Baginda Rasulullah Muhammad saw. Atas alasan ini pula, punya lebih dari satu istri tidak hanya dilakoni oleh orang biasa atau orang kaya, tetapi juga para ustaz dan mualim.

Muhammad saw. memang memiliki banyak istri. Dalam sirah Islam, tercatat istri Muhammad ada 9 orang. Riwayat yang lain menyebutkan jumlah istri Muhammad mencapai 11. Namun demikian, Alquran hanya menganjurkan umat Islam memiliki istri cukup empat orang. Itu pun jika mampu berlaku adil. Jika tidak bisa adil, cukup satu orang. Demikian Alquran surah An-Nisa ayat 3.

Alasan sunnah Rasul dan anjuran Alquran inilah yang dijadikan “tameng” bagi sebagian orang untuk menikah lagi dan lagi. Mereka hanya melihat dari sisi jumlah, tapi lupa sejatinya sunnah. Misalkan saja, Muhammad menikah lebih dari sekali karena misi dakwah dan membantu wanita yang tidak mampu. Karena itu, wanita-wanita yang dinikahi Muhammad semuanya janda, kecuali Aisyah.

Pertanyaannya, apakah para lelaki zaman sekarang mau mengikuti sunnah menikah dengan janda yang usianya di atas setengah abad seperti yang dilakukan Muhammad? Jika alasan sunnah hanya untuk lebih dari satu, itu sebenarnya bukan sunnah, tapi nafsu.

Sebagai bahan ulang kaji, berikut saya uraikan istri-istri Nabi Muhammad saw. beserta usia mereka sehingga bisa menjadi renungan bahwa menikah lebih dari satu yang sunnah itu seperti apa.

Khadijah ra. Usia Khadijah saat dinikahi Muhammad sudah 40 tahun, sedangkan Muhammad kala itu masih 25 tahun. Khadijah sudah berstatus dua kali janda. Khadijah adalah seorang keturunan bangsawan, punya 4 anak dari pernikahan sebelumnya. Rasulullah saw. menikahi Khadijah atas petunjuk Allah karena dia adalah wanita pertama yang memeluk islam dan mendukung dakwah nabi.

Aisyah ra. Saat dinikahi nabi status Aisyah masih gadis. Usia Aisyah saat dinikahi masih 11 tahun, tetapi baru tinggal serumah dengan nabi setelah usianya 19 tahun. Adapun usia nabi ketika itu sudah 52 tahun. Alasan Muhammad menikahi Aisyah atas petunjuk Allah lewat mimpinya 3 malam berturut-turut bahwa Rasulullah akan mengajarkan tentang kewanitaan kepada Aisyah agar disampaikan kepada umat kemudian hari. Aisyah banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah yang disampaikan pada umat.

Saudah binti Zum’ah ra. Statusnya janda dan sudah saat dinikahi sudah berusia 70 tahun. Saudah adalah wanita berkulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama. Muhammad menikahi Saudah demi menjaga keimanan Saudah dari teror dan gangguan kaum musyrikin.

Zainab Binti Jahsyi ra. Saat dinikahi nabi, status Zainab adalah janda berusia 45 tahun, sedangkan Muhammad kala itu sudah berusia 56 tahun. Zainab merupakan janda dari Zaid bin Haritsah ra. Muhammad menikahi Zainab atas alasan perintah Allah bahwa pernikahan harus sekufu. Zainab adalah mantan istri anak angkatnya Rasulullah. Pernikahan ini sekaligus mencontohkan bahwa anak angkat tidak bisa dijadikan anak kandung secara nasab (kebiasaan masyarakat saat itu) sehingga boleh dinikahi.

Ummu Salamah ra., adalah janda 62 tahun yang dinikahi oleh Rasulullah saw. atas alasan dapat membantu dakwah, sebab Ummu Salamah pintar pidato dan mengajar. Ia adalah putri bibi nabi.

Ummu Habibah ra., merupakan seorang janda berusia 47 tahun, saat itu usia Rasulullah sudah 57 tahun. Habibah adalah mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, cerai karena suaminya pindah agama jadi nashrani. Nabi menikahi Habibah untuk menjaganya dari pemurtadan.

Juwairiyyah bin Al-harits ra., janda 65 tahun yang dinikahi nabi saat nabi berusia 57 tahun. Juwairiyyah adalah tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah karena wanita ini tidak memiliki sanak saudara. Juwairiyyah sudah memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.

Shafiyah binti Hayyi ra., sudah dua kali janda. Saat dinikahi nabi, usia Shafiyah sudah 53 tahun. Saat itu, nabi sudah 58 tahun. Shafiyah merupakan wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya. Rasulullah menikahi Shafiyah demi menjaga keimanan Shafiyyah dari boikot dan teror orang yahudi.

Maimunah Binti al-harits ra., janda 63 tahun, yang dinikahi nabi saat nabi berusia 58 tahun. Maimunah adalah mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza. Rasul menikahi Maimunah atas alasan menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir.

Zainab binti Khuzaimah ra., janda 50 tahun. Saat menikahi wanita ini, usia Muhammad 58 tahun. Zainab merupakan seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Ia mendapat gelar ibu para masakin. Muhammad menikahi Zainab atas petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.

Hafsah binti Umar ra., janda 35 tahun, putri Umar bin Khattab. Suami Hafsah sebelumnya adalah Khunais bin Huzafah yang meninggal karena perang uhud. Nabi menikahi wanita ini atas petunjuk Allah karena Hafsah adalah wanita pertama yang hafal Alquran. Nabi menikahinya agar bisa menjaga keotentikan Alquran.

Nah, setelah mengetahui bahwa istri-istri nabi umumnya adalah janda dan sudah tua, apakah alasan sunnah nabi untuk menikah lebih dari satu benar-benar bisa diikuti? Jika menikah atas dasar jumlah semata, sejatinya itu bukan karena sunnah, melainkan hawa nafsu. Wallahu’a’lam…[dari berbagai sumber]

Iklan

Filed under: Essay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.400 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: