Gegasi dalam Cerita Kakek

Sumber: KOMPAS, 19 Maret 2017
gegasiANAK kecil harus tidur cepat. Kalau tidak, nanti dimakan gegasi. Begitu kata kakekku saban malam.

 

JADI kita tidak boleh keluar malam hari ya, Kek? Kalau aku mau lihat bola di langit, Kek? Bolanya terang sekali. Bola itu cuma ada malam hari, Kek. Boleh, Kek?”

Read More »

Iklan

Mayat Tak Dikenal

Cerpen Herman RN

[Serambi Indonesia, 25 Januari 2015]

IlustrasiKAMPUNG Lamkutang dihebohkan penemuan sosok mayat tak dikenal. Mayat yang nyaris membusuk di tepi sungai itu masih misterius. Baunya menyengat hingga ke lubang hidung paling dalam. Diperkirakan sudah ada beberapa hari ia tenggelam atau hanyut lalu tersangkut di tepi sungai kampung Lamkutang.

Read More »

KAMBOJA DI ATAS NISAN

cerpen Herman RN

[Kompas, 5 Januari 2014]

kambojaTubuhnya gemetar. Perlahan tangan perempuan itu bergerak, menyusuri lekuk-lekuk batu tanah gundukan di hadapannya.

Tangannya yang sebelah lagi meremas-remas tanah. Badannya kian bergetar hebat tatkala ia berusaha menahan air yang nyaris melabrak kelopak matanya.

”Ibu, apa karena kita perempuan?” lirihnya.

Read More »

Bungkusan

cerpen Herman RN

[Republika, 19 Mei 2013]

SUNGGUH ramai mereka. Bersaf-saf jalan ke depan, belok ke samping, balik lagi ke belakang, dan ke depan lagi. Berulang-ulang seperti itu. Rombongan ini memanggul sesuatu di pundaknya, serupa bungkusan. Bungkusan yang dibungkus kain putih.Read More »

Purnama Bersinar Siang

Cerpen : Herman RN

KUAWALI hari ini dengan sebuah tulisan, seperti pagi yang mengawali hitungan hari dengan bening embun di pucuk-pucuk daun, tapi raja segala energi selalu membiaskannya. Bunga-bunga layu kepanasan, daun pun terkulai melambai bumi. Burung-burung melintasi horison, sesekali cemburu melihat kumbang bermain di merekahnya merah mawar. Awan masih bersama mengarung angkasa, tak hendak berpisah. Saat itulah kuawali hari ini dengan sebuah tanya, “Ada apa gerangan dengan diriku hari ini. Mengapa aku ingin sekali bertemu dengan dirinya?”

Read More »