Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Oh, PLN dan PDAM

Oleh Herman RN

pdamTIDAK berlebihan jika disebutkan bahwa PLN dan PDAM setali tiga uang dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh, khususnya di Banda Aceh dan sekitarnya. Dalam istilah lain, keduanya (PLN dan PDAM) ibarat dua sisi mata uang yang saling mendukung, saling melengkapi. Tatkala PLN hidup, PDAM tiba-tiba mati. Ketika PDAM lancar, giliran PLN yang bertingkah.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Opini, , ,

Mengapa Barus?

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 17 Mei 2017)

kmislamSEJAK istilah “Islam Nusantara” bergulir di Tanah Air, nama Barus mulai disebut-sebut. Upaya penggiringan Barus sebagai titik nol Islam Nusantara pun berujung happy ending setelah Presiden Joko Widodo menandatangani tugu titik nol di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

RSZA, Rumah Sakit Zaman Aladin

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 9 Maret 2017)

KONON, lampu ajaib berbentuk teko yang ditemukan Aladin –tokoh dongeng dalam “Kisah 1001 Malam”– bisa mengeluarkan jin sakti. Jin itu baru keluar dari dalam teko setelah ada yang menggosok teko tersebut. Orang yang menggosok teko itu akan menjadi tuan dan jin menjadi abdi yang siap sedia mengabulkan permintaan si tuan. Kesaktian si jin mampu mengabulkan semua permintaan si tuan, mulai dari yang ringan sampai yang berat bagi ukuran manusia normal.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , ,

Kearifan Memberikan Bantuan

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 21 Desember 2016)

bantuanALKISAH suatu masa, hiduplah dua sahabat: seekor kera dan seekor ikan. Mereka tinggal pada sebuah hutan di tepi danau yang indah. Suatu ketika, banjir lebat datang, air danau tempat tinggal si ikan melimpah ke daratan. Banjir yang sangat luar biasa itu membuat kera gelisah akan kondisi sahabatnya.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, Uncategorized, , , ,

Bahasa Aceh untuk Indonesia

Oleh Herman RN

[Serambi Indonesia, 1 November 2016]

BAHASA Indonesia sebagai bahasa persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia termaktub dalam butir ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sebelum disebut sebagai bahasa Indonesia, mulanya masih sebagai bahasa Melayu. Dengan demikian, usia bahasa Indonesia sama tuanya dengan bahasa Melayu di Nusantara.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , ,

Menakar Pemerintahan SAKA

oleh Herman RN
(acehtrend, 31 Juli 2016)

SakaSEJAK pertama dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Teuku Sama Indra dan Kamarsyah (SAKA) belum pernah mendapatkan protes atau semacam kritik, baik dari lembaga mahasiswa, pemuda, maupun masyarakat setempat. Hal ini tentu saja berbeda dengan sejumlah kepala daerah pada kabupaten/kota lain di Aceh. Hampir setiap hari selalu ada saja berita tentang kepala daerah di kabupaten tertentu, baik tentang capaian kerja maupun tentang kritik yang dilontarkan masyarakatnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

Kesalehan Pemimpin

[Serambi Indonesia, 29 Juni 2016]

Oleh Herman RN

KAPAL berbendera India itu terdampar di Aceh dua pekan lalu. Tidak kurang dari 40 imigran Srilanka dalam kapal tersebut. Mereka terdampar di pantai Lhoknga, Aceh Besar, Provinsi Aceh, setelah terombang-ambing di samudera. Dalihnya, mesin kapal mereka rusak. Syahdan, kapal berisi awak Srilanka itu akan ke Pulau Krismas, Australia.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

Syariat Sosial

Oleh Herman RN

[Serambi Indonesia, 27 April 2016]

padamSUATU hari seorang petugas pencatat sekaligus penagih rekening listrik menghampir rumah sewa tempat saya tinggal. Ia sodorkan secarik kertas yang berisi nominal meteran listrik rumah yang saya tempati. “Tak kena bayar, biaya pemakaian bulan ini hanya 50 bath, sudah ditanggung pemerintah distrik.” Begitu kalimat yang keluar dari petugas PLN tersebut. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini

Memimpikan Pemimpin Cinta Seni

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 3 Februari 2016)

“Dengan seni hidup menjadi indah; dengan ilmu hidup menjadi mudah; dengan agama hidup menjadi terarah.”

PEPATAH yang sudah populer sejak ’70-an itu masih menjadi jargon dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pepatah tiga klausa itu, manusia diberitahu tentang keselarasan dalam menjalankan hidup: seni yang membuat sesuatu menjadi indah, ilmu yang membuat hidup menjadi mudah, dan agama tidak boleh dinafikan sebagai arah dan tujuan hidup setiap insan. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , , ,

Doa Jibril dan Halal Bihalal

Oleh Herman RN

(Sumber: Serambi Indonesia, 22 Juli 2015)

masjidANDAI malaikat Jibril berdoa kepada Allah swt. lalu yang mengaminkannya adalah Rasulullah Muhammad saw., siapa berani menyangkal doa itu ditolak oleh Allah swt.? Tiada doa yang lebih baik daripada doa Jibri yang diaminkan oleh Rasulullah. Secara logika, doa Jibril tidak mungkin ditampik Allah, terlebih lagi yang mengaminkannya Rasulullah saw.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Opini, , , ,

Kalender

Oktober 2017
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 544,023 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya