Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Sajak-sajak Haiku Herman RN

HAIKU LAUT

 

bukan karena gulunganmu bumi luruh

tapi peluh lupa diseka

berakar taqwa kami melupa

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Puisi

BENARKAH KAU INGIN TAHU

puisi Herman RN

 

Benarkah kau ingin tahu hari kesedihanku

ialah Minggu

kala puisi, cerpen, atau naskah dramaku

tak dimuat di koran terbitan kampungku

padahal ingin sekali aku menulis di koran nasional

atau minimal koran kota tetangga dengan kotaku

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Negeri Para Taklid Buta

Sajak Herman RN

 

Lihat! Harga BBM akan naik lagi

Orang-orang diam

Orang-orang memuja dalam diam

Yang mengalir dianggap air

Yang melata tidak dianggap apa

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi, , ,

Merak Selasih

Sajak-sajak Herman RN

(Sumber: Serambi Indonesia, 29 Juni 2014)

mengembang lunglai di peratas putih
menyulut lirih napas dihela
sayapnya terkatup menuai risih
liur tak berbuih kata dieja

saban tahun berganti bersih
sebulan tak lebih orang puasa
lima waku tambah tarawih
mulut bertasbih setiap kala

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Insan Cobaan

Sajak Herman RN

–TIP

Ini bukan tentang pohon gelumpang raya yang akarnya mencakar kekar kerak bumi berpualam. Bukan pula mengenai batu karang yang tegar ditunjang badai dan guruh siang dan malam. Bukan…sungguh bukan sama sekali.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Hikayat Duek Pakat

Le Herman RN

Assalammualaikum… warahmatullah…

Poma ngön ayah… saudara lingka…

Assalammualikum… warah matuhu…

Ayah dan ibu… bandum semua…

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Mengingat Cinta

Puisi Herman RN

Mengingatmu membuatku malas menjadi pelupa

Membayangmu menjadikanku rajin lupa

Mungkin karena itu aku belum lupa

Pada sujud pertama kita jumpa

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

PELANGI PUTIH

Puisi: Herman RN

pelangi itu begitu putih, membaris pada suatu senja di sela-sela tangis langit. sedang pekik alam tak mampu memecah lamun, kucuri tatap di ujung bisu. pelangi semakin putih di bawah kerudung abu-abu. aku terpaku kelu dan kaku.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi, ,

Tatkala Sepi

Puisi Herman RN

Tatkala sepi bukan lagi hanya ada pada penantian tak pasti

Serupa ada yang luput dari ingatan

Menjerumput dalam pekat malam

Sedang siang jua tak pernah dipaham

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Sajak-sajak Unsyiah

puisi-puisi Herman RN

Unsyiah 1

Malam, sekira embun masih semangat berdatangan dari sebalik awan

Kami kehilangan timba

Saat gedung pendidikan kebanggaan diamuk merak merah

Di mana Rendra?

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Puisi

Kalender

Oktober 2017
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 544,023 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya