Menatap Aceh 2025 dalam Novel

Oleh Herman RN

 

Aceh2025-2Judul Buku     : Aceh 2025/1446H.

Penulis            : Thayeb Loh Angen

Penerbit         : Yatsrib Baru

Cetakan          : Nopember 2014

Tebal              : xv + 320 hlm.

Jenis                : novel/prosa

DALAM karya sastra, tipis sekali perbedaan antara impian dan khayalan. Dua hal ini sama-sama menjadi kenyataan fiksional yang mengantarkan sebuah cerita kepada ending. Novel “Aceh 2025, 1446H” karya Thayeb Loh Angen, misalnya, mengangkat kondisi Aceh tahun 2025. Khayalan atau impiankah?

Read More »

Iklan

Tamadun Islam dalam Sinema

Oleh Herman RN

[Republika, 25 Mei 2014]

99 cah“…Dunia ini bagaikan samudera, jelajahilah dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu, kembangkan keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayungmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda, dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan.” (Ali bin Abi Thalib Karamalllahuwajha).

Sejauh ini, saya belum menemukan istilah khusus untuk perfilman Indonesia. Dalam ranah Melayu pun belum ada nama khusus untuk perfilmannya. Sungguh beda dengan film barat. Mereka punya nama Hollywood. Di India ada film Bollywood. Demikian pula ada film Hongkong. Khusus Indonesia bahkan Melayu, sama sekali belum ada istilah khusus.Read More »

Burung Rantau, Fiksi Bagus yang Kurang Teliti

Oleh Herman RN

Judul Buku: Burung Rantau Pulang ke Sarang |  Penulis: Teuku Azhar Ibrahim  | Editor: Mukhlisuddin Ilyas |  Tebal Buku: 352 + VI hlm. 14 x 20 cm  |  Penerbit: Bandar Publishing  |  Terbitan: Juli 2010

Burung RantauSEJAK lama sudah dinukilkan bahwa karya sastra adalah cermin sejarah pada masanya. Dalam hasanah sastra Melayu pada zaman tertentu, misalnya, cenderung para penulis menyisipkan peristiwa atau budaya yang berlaku pada masa itu ke dalam karya sastra yang ditulisnya.

Read More »

Setelah Hasan Tiro Pergi…

Judul Buku : Hasan Tiro, The Unfinished Story of Aceh

Penulis : Aboeprijadi Santoso, dkk.

Penyunting : Husaini Nurdin

Penerbit : Bandar Publishing

Tebal Buku : 308 halaman – 14×20 cm

Cetakan : I, Juli 2010

Harga : Rp5.5000,-

Oleh Herman RN

SEJAK Aceh Merdeka (AM) yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dideklarasikan pada 4 Desember 1976, nama Teungku Muhammad Hasan Di Tiro mulai dikenal dunia luas. Lambat laun, lelaki pemilik nama sapaan “Hasan Tiro” itu jadi kontroversial.

Read More »

Sejarah Aceh yang di Bawah Kasur (?)

Sejarah adalah sebuah manifesto kebudayaan satu tempat atau daerah yang tak seorang pun dapat menyangkal selama ia berlandas pada kebenaran; data dan fakta. Karena itu, tak ayal sejarah menjadi acuan orang-orang dalam menjalani kehidupan masa kini dan akan datang. Namun, tak jarang pula banyak orang nostalgia semata pada sejarah kejayaan masa silam sehingga kerap superior terlalu tinggi dalam diri orang tersebut guna menyongsong masa depan.

Read More »

Mencatat Sarasehan Jadi Bermakna

Judul Buku : Menuju Masyarakat Beradat dan Demokrasi

Penulis : Tim JKMA Aceh

Editor : Herman RN

Penerbit : Jaringan Komunitas Masyarakat Aceh (JKMA) Aceh kerja sama ICCO

Tahun Terbit: Desember 2007

Isi : 102 hlm

Membuat catatan perjalanan sudah sering dilakukan oleh banyak orang, terutama wartawan. Bahkan, beberapa kegiatan pun acap diberitakan di koran. Sayangnya, kebanyakan pemberitaan tentang acara semisal seminar dan sarasehan hanya terpaku pada kegiatan seremoninya saja. Akan tetapi, buku “Menuju Masyarakat Beradat dan Demokrasi” ini mencoba memberi nuansa lain.

Read More »

Kamus Berat Buatan Indonesia (KBBI)

Oleh Herman RN

kamus besarMembaca di beberapa media ihwal telah terbit Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat, siapa yang tak senang. KBBI edisi keempat adalah edisi terbaru. Demikian halnya saya, sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, sejak di Strata satu (S.1), KBBI adalah bacaan mutlak. Sering, tatkala saya kewalahan mencari makna suatu kata atau untuk mengurangi rasa bimbang dari makna yang saya ketahui, KBBI menjadi alternatif puncak untuk mempertegas keyakinan saya. Itu sebabnya, ketika sejumlah media cetak memberitakan telah diluncurkannya KBBI edisi keempat oleh Pusat Bahasa (PB), hasrat di hati saya untuk mendapati kamus besar tersebut melebihi besar dan beratnya kamus itu.

Read More »