Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

LUPA

Puisi Herman RNganteng.jpg

Kita telah mengubur dendam

hingga dalam dan hilang benci

kita telah patahkan senjata

sehingga tak lagi berbunyi

rencong telah kita sarungkan

dan menyimpan pedang juga belati

harum melati kita sebarkan

dan malam tak lagi ditakuti

tapi ada yang terlupakan

tentang salam yang kita sepakati

dan janji yang terucapkan

bahwa kita saling berbagi

apa kau lupa?

BNA, Ramadhan 1427H

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.399 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: