Sajak-sajak untuk A.A Manggeng

Bukan Kata

Suara ini memang bukan kata,

ialah doa pada tanda sua

walau kesempatan tatap mata

bukan milik kita

simaklah suara ini

bukan dari penjara rahasia

karena musim badai telah usai

bersama gugur daun sebelum sempat dicium embun

amin….

Banda Aceh, 27 Maret 2010

Terminal

Kau telah beranjak dari garis star

sedangkan kami masih diterminal dulu

Kau telah meninggalkan halte pertama

sedangkan kami masih menunggu

Kau telah berbaring dalam dekap doa

sedangkan kami masih berburu

Kau telah sampai pada masa

sedangkan kami masih menghitung waktu

Kau telah membongkar suatu rahasia

sedangkan kami masih kaku kalu

Kau telah tiba di lembaran surga

sedangkan kami masih di kulit buku

banda Aceh, 27 Maret 2010


Bunga dan Rumah

:pun belum sempat kuremas jari

bunga gugur dilerai embun

sembari doa kuhimpun

mendekap hati tak sampai sesal abadi

cerpen itu bukan untuk fitnah

hanya rumah itu bakal aib bagimu

jadi ketakutanku maka

aku bersuara

Banda Aceh, 27 Maret 2010

Mencari Makna

Suatu kali dalam puisi kau bertanya

“benarkah kesepian itu jadi bermakna”

Bilamana kami sepi ada puisi yang kau titipi

Kali ini giliranku yang menyapa

“apakah kau merasa sunyi tanpa kami?”

Bilamana doa dapat mengganti puisi percayalah itu dari hati

Selamat jalan, sahabat

Selamat membaca sajak-sajak rahasia di hadapan pemilik zat

Banda Aceh, Maret 2010

(Tak) Sibuk

aku cari engkau, sahabatku

setelah berkabar ibu menantimu

: aku ketinggalan waktu

Banda Aceh, Maret 2010

Pengirim sajak: Herman RN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s