Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Resensi

 

Oleh Herman RN

 

Judul buku : Kata Adalah Senjata

Penulis : Subcomandante Marcos

Diterjemahkan oleh : Ronny Agustinus

Penerbit : Resist Book

Tebal : 334 halaman, i-xx, 13 x 20,5cm

Terbitan : April 2005

 

 

Luka tersayat sembilu memang perih, tapi masih ada obatnya, namun jika luka karena lidah (ucapan) kemana obat hendak dicari, tusukannya langsung mengena ke ulu hati. Setidaknya inilah sebaris kalimat yang dapat kita tarik melihat judul buku Subcomandante Marcos, ‘Kata Adalah Senjata’.

Marcos yang dicap sebagai teroris di daerahnya, mencoba melawan ketentuan dan kebijakan pemerintah lewat kata-kata yang sengaja ditulis dan ditujukan ke hadapan umum dengan ‘memberi peluang pada kata’. Surat-suratnya yang ditujukan kepada pemerintahan Meksiko dan hasil bacaan dari demonstrasinya dikemas dalam buku ini.

Buku ‘Kata Adalah Senajata’ ini disajikan untuk melengkapi bukunya yang bertajuk Bayang Tak Berwajah. Buku ini mengangkat tulisan-tulisan marcos beserta teks-teks lain mengenai Zapatista (Tentara Pembebasan Nasional Meksiko) yang merupakan hasil kumpulan tulisan terbaiknya sepanjang tahun 2001-2004.

Penggunaan bahasa yang tajam dan tegas sengaja disajikan dalam bentuk prosa yang indah sehingga dapat memberikan inspirasi pada pembaca untuk dapat menarik suatu simpulan dari berbagai hal untuk berjuang dengan mengedepankan kata-kata sebagai suatu pengganti senjata. Seperti kejadian di Chiapas, dan surat-surat Marcos yang ditujukan kepada segenap elemen masyarakat Meksiko tentang penerimaan tantangannya terhadap hakim Baltasar Garzon. Marcos sengaja menyurati semua pihak, mulai dari politikus hingga mayarakat biasa guna menyaksikan sebuah pertemuan dengan hakim Garzon yang tegas-tegas dikatakan marcos sebagai ‘Badut Grotes’. Surat panjang dan multilapis itu sengaja ditulisnya bernapaskan Zapatista dengan bahasa yang indah sehingga kelihatan seperti sebuah prosa.

Cerita tersebut berawal karena tuduhan terhadap Marcos sebagai apologis terorisme Barque yang membuat ia mendapat kecaman pedas dari hakim Baltasar Garzon (terkenal perburuannya terhadap mantan diktator Cile Agusto Pinochet). Tuduhan tersebut diterima marcos dengan memainkan peran kata sebagai inti debat semantik atas terorisme, memberi peluang pada kata sebagai teladan bagi dunia.

Membaca tulisan marcos dalam buku ini, menghadirkan sebuah kekuatan baru bagi generasi bungkam di negeri ini. Di Indonesia maksud saya, yang di beberapa propinsi selalu mengedepankan senjata sebagai penyelesaian konflik, hingga imbasnya adalah masyarakat sipil. Namun sebuah kebenaran dari tulisan Marcos yang mengatakan bahwa kata adalah senjata terbukti bagi Nanggroe Aceh Darussalam yang menyelesaikan konflik lewat perundingan damai.

Masih terbentang luas dalam buku ini tulisan-tulisan Marcos baik yang dibacakan di hadapan parademonstran maupun yang dimuat dibeberapa media (La Jornada dan Rebeldia) dengan mengajak kita melihat pada sebuah kekuatan baru, bahwa perang senjata bukan satu-satunya jalan menuju penyelesaian. Ketegasan Marcos dalam melepaskan kata-kata patut diacungkan jempol. Karena ia bukan generasi bungkam. Maka tak salah jika pada kulit buku ini pada halaman belakang tertulis dua kata, ‘BACA & LAWAN’.

 

Herman RN. Lahir, April 1983.

Alumni skolah menulis ‘Dokarim’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

TWITTER SAYA

  • @tirtadaroy_bna yang baik, kenapa setiap Sabtu-Minggu air di sepanjang Jl. Prof. Ali Hasjmy mati total? Apakah ada batasan kubik pemakaian? 2 weeks ago

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.388 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: