Lidah Tinta

Ikon

Saatnya tinta bersuara lebih lantang dari suara senjata

Manusia Peulakén

Oleh Herman RN

(Serambi Indonesia, 7 Juli 2015)

DALAM kearifan orang Aceh ada hadih maja buet hana buet, cok peulakén culok bak pruet. Jika diterjemahkan secara bebas kira-kira maknanya ‘tidak ada kerja lain, ambil pelakin lengketkan di perut.’

peulakenPeulakén adalah aspal yang masih lembek, hitam, dan baru dimasak. Jika peulakén lengket di kain atau baju manusia, sulit dilepaskan. Sekilas, lengketan peulakén itu seperti kotoran atau tinja hewan. Oleh karena itu, tidak ada yang suka pada peulakén. Bahkan, jika peulakén lengket pada ban kendaraan pun, orang cenderung dongkol. Lantas, bagaimana dengan manusia peulakén?

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Essay, ,

Kalender

April 2018
S S R K J S M
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

KATEGORI

SIMPANAN

Anda Pengunjung

  • 575,012 hits

TABIK

Pembaca yang budiman, tidak dilarang mengutip tulisan dari web blog ini, baik seluruh maupun sebagian. Harapan kami, jangan lupakan sumbernya. Senang kami jika ada komentar ditinggalkan, apa pun bentuknya. Diskusi lebih lanjut dilayani di pelangijantan@gmail.com Terima kasih.

PO TULEH

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 2.401 pengikut lainnya